Oksigen adalah elemen paling krusial bagi kehidupan manusia terutama dalam kondisi darurat kesehatan. Saat kebutuhan mendesak datang seringkali kita panik dan berusaha mencari sumber oksigen dari mana saja. Namun tahukah Anda bahwa tidak semua tabung gas yang berisi oksigen aman untuk dihirup tubuh manusia?

Masih banyak masyarakat awam yang menganggap bahwa oksigen medis dan oksigen industri adalah barang yang sama karena sama sama bernama oksigen. Anggapan ini sangat keliru dan berpotensi membahayakan nyawa. Keduanya memiliki perbedaan mendasar mulai dari proses pembuatan, tingkat kemurnian, hingga cara pengemasannya.

Agar Anda dan keluarga terhindar dari risiko fatal mari simak panduan sederhana untuk membedakan kedua jenis gas ini.

Perbedaan Tingkat Kemurnian Gas

Poin paling utama terletak pada isinya. Oksigen medis diproduksi khusus untuk tujuan kesehatan manusia. Gas ini melalui proses filtrasi ketat untuk memastikan tingkat kemurniannya sangat tinggi dan bebas dari kontaminasi zat berbahaya lainnya. Ini adalah oksigen yang Anda temukan di rumah sakit untuk membantu pasien bernapas.

Sebaliknya oksigen industri dirancang untuk keperluan teknis seperti pengelasan pagar, pembakaran logam, atau perbaikan mesin. Kemurniannya tidak setinggi standar medis karena memang tidak diperuntukkan bagi paru paru manusia. Di dalamnya mungkin saja terkandung partikel debu atau zat kimia lain yang sah sah saja untuk membakar besi namun beracun jika masuk ke aliran darah.

Perhatikan Warna dan Fisik Tabung

Cara termudah untuk membedakannya secara kasat mata adalah dengan melihat warna tabung. Meskipun regulasi warna bisa berbeda di tiap negara namun umumnya tabung oksigen medis di Indonesia identik dengan warna putih bersih. Penampilan tabungnya pun biasanya lebih mulus dan terawat karena standar kebersihannya sangat dijaga.

Sementara itu tabung oksigen industri memiliki variasi warna yang lebih beragam seperti hitam, biru kusam, atau warna gelap lainnya. Seringkali kondisi fisik tabung industri terlihat lebih kotor, berkarat, atau banyak goresan karena lingkungan penggunaannya di bengkel atau pabrik yang keras.

Aroma dan Kebersihan Katup

Ini adalah indikator yang sangat penting. Oksigen medis tidak berbau dan tidak berasa sama sekali. Sebelum pengisian tabung medis harus melalui proses pencucian dan pemvakuman atau purging untuk membuang sisa gas sebelumnya.

Berbeda halnya dengan oksigen industri yang seringkali memiliki aroma tidak sedap atau off odor. Bahaya terbesar dari tabung industri adalah risiko residu minyak atau pelumas di sekitar katup. Ingatlah bahwa oksigen murni yang bertemu dengan oli atau minyak dapat memicu reaksi pembakaran spontan. Oleh karena itu tabung medis haram hukumnya terkena minyak sedikit pun demi mencegah ledakan atau kebakaran.

Label dan Sertifikasi

Tabung oksigen medis resmi pasti memiliki label yang jelas mencantumkan tanggal kedaluwarsa, nomor batch produksi, dan izin edar dari otoritas kesehatan. Pengisian ulang pun tidak boleh dilakukan sembarangan di pinggir jalan melainkan di stasiun pengisian medical grade yang bersertifikat.

Sedangkan tabung industri biasanya hanya mencantumkan label peruntukan teknis tanpa detail medis yang rinci. Jika Anda menemukan tabung tanpa segel yang jelas atau labelnya meragukan sebaiknya jangan ambil risiko untuk memberikannya kepada pasien.

Kesimpulan

Kesehatan adalah aset yang tak ternilai harganya. Jangan pernah mencoba coba menggunakan oksigen industri sebagai pengganti oksigen medis meskipun dalam keadaan terdesak. Risiko keracunan, iritasi saluran pernapasan, hingga infeksi paru paru mengintai siapa saja yang salah memilih tabung.

Pastikan Anda selalu mendapatkan suplai gas medis dari distributor atau instalatur resmi yang terpercaya. Lebih baik teliti di awal daripada menyesal di kemudian hari. Ingatlah selalu bahwa keselamatan pasien adalah prioritas yang tidak bisa ditawar tawar lagi.